Aturan Travelling dalam Bola Basket, Jangan Sampai Salah!
Kalau kamu pernah main basket di lapangan komplek atau sekolah, pasti pernah mengalami momen ini kayak gini. Lagi enak-enaknya bawa bola, tiba-tiba ada yang teriak, “Travelling!”
Kadang kita refleks membantah.
“Lah, kan belum jalan jauh?”
Atau malah bingung sendiri, salahnya di mana.
Faktanya, travelling adalah salah satu pelanggaran paling sering terjadi di bola basket. Bukan karena niatnya curang sih, tapi karena banyak pemain tidak benar-benar paham aturannya.
Bahkan di level amatir sampai semi-pro, pelanggaran ini masih sering muncul.
Supaya tidak salah lagi, mari kita bahas aturan travelling dengan cara yang lebih membumi!
Apa Itu Travelling dalam Bola Basket?
Secara sederhana, travelling terjadi ketika pemain melangkah terlalu banyak tanpa melakukan dribble (memantulkan bola ke lantai).
Namun, definisi “terlalu banyak” inilah yang sering bikin bingung.
Bola basket bukan sekadar soal berapa langkah, tapi urutan gerakan, mulai dari:
- kapan bola diterima,
- kaki mana yang jadi tumpuan,
- dan kapan bola dilepas.
Makanya, dua pemain bisa melakukan gerakan mirip, tapi hanya satu yang dianggap travelling.
Konsep Pivot Foot: Kunci Memahami Travelling
Sebelum bicara jumlah langkah, kamu harus paham satu istilah penting, yakni pivot foot.
Pivot foot adalah kaki pertama yang menyentuh lantai saat pemain menguasai bola (tanpa dribble). Kaki ini boleh berputar di tempat, tapi tidak boleh diangkat sebelum bola dilepas (shoot atau pass).
Kesalahan paling umum biasanya mengangkat pivot foot dulu baru dribble, atau melangkah lagi setelah berhenti dribble.
Di sinilah banyak pemain tidak sadar sudah melanggar.
1. Travelling Saat Berhenti Dribble
Ini pelanggaran yang paling sering terjadi, terutama pada pemula.
Situasinya biasanya seperti ini:
- pemain sedang dribble,
- lalu berhenti dan memegang bola,
- setelah itu masih melangkah satu atau dua langkah lagi.
Begitu dribble dihentikan, hak melangkah juga berhenti. Setelah itu, kamu hanya boleh pivot, passing, atau shooting.
Kalau masih jalan-jalan kecil cari posisi, wasit biasanya langsung meniup peluit.
2. Travelling Saat Menerima Bola
Banyak yang tidak sadar, travelling juga bisa terjadi tanpa dribble sama sekali.
Contohnya, kamu menerima operan, kedua kaki mendarat, lalu melangkah lagi tanpa dribble.
Aturan sebenarnya, yaitu:
- Jika satu kaki mendarat lebih dulu, itu menjadi pivot foot.
- Jika dua kaki mendarat bersamaan, kamu bebas memilih pivot foot, tapi hanya sekali.
Begitu pivot foot terangkat sebelum bola dilepas, itu sudah termasuk travelling.
3. Travelling karena “Langkah Tambahan”
Di NBA, kita sering melihat gerakan yang tampak seperti “tiga langkah”. Ini yang bikin banyak pemain bingung saat main di lapangan umum.
Yang perlu dipahami ialah gather step (langkah saat mengamankan bola) diizinkan di level profesional. Tapi di banyak pertandingan amatir atau sekolah, interpretasinya lebih ketat.
Akibatnya, gerakan yang sah di TV bisa dianggap travelling di lapangan lokal.
Makanya, penting menyesuaikan gaya main dengan level dan aturan yang dipakai.
4. Travelling Saat Start Dribble
Kesalahan klasik lainnya adalah mengangkat kaki pivot sebelum bola dipantulkan.
Urutannya harus benar:
- bola dipantulkan dulu,
- baru kaki boleh bergerak.
Kalau kaki sudah melangkah sebelum bola menyentuh lantai, itu dianggap travelling, meskipun dribble akhirnya dilakukan.
Gerakan ini sering terjadi saat pemain gugup atau terburu-buru.
Kenapa Travelling Sering Terjadi?
Ada beberapa alasan kenapa pelanggaran ini begitu umum. Misalnya, pemain terlalu fokus cari ruang, tapi lupa kaki sendiri. Bisa juga karena kebiasaan nonton basket profesional tanpa memahami detail aturan.
Alasan lainnya, kurang latihan fundamental seperti pivot dan footwork.
Padahal, pemain yang footwork-nya rapi justru terlihat lebih tenang dan efektif, meski tidak cepat atau atletis.
Travelling Bukan Soal Nakal, Tapi Soal Kebiasaan
Banyak pemain merasa travelling itu “kesalahan kecil”. Tapi kalau terlalu sering, itu bisa mematikan alur permainan, bikin tim kehilangan momentum, dan membuat pemain terlihat kurang rapi secara teknik.
Sebaliknya, pemain yang jarang travelling biasanya punya satu kesamaan, yakni dasar yang kuat.
Basket bukan hanya soal memasukkan bola, tapi juga soal ritme, kontrol, dan kesadaran tubuh. Semakin paham aturan dasar, semakin nyaman kamu di lapangan.
Mau terus mengembangkan pemahaman olahraga? Kamu bisa menemukan banyak artikel edukatif dan ringan di creativefitness.xyz. Tempat yang pas buat belajar sambil tetap menikmati permainan.

Post Comment